Tampilkan postingan dengan label ikhtisar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikhtisar. Tampilkan semua postingan

Analisis SWOT - SPACE Matrix PT Amerta Indah Otsuka




http://www.gubukpengetahuan.xyz


BAB I
PENDAHULUAN
a.      Latar Belakang
Berkembangnya kehidupan modern masyarakat kota saat ini membawa konsekuensi pada gaya hidup yang dijalani mereka. Gaya hidup masyarakat kota dapat dilihat dari aktifitas keseharian, interest, kebutuhan hidup, mode yang dipakai dan lain sebagainya, yang kesemuanya terlihat berubah dari kebiasaan sebelumnya.
Kebutuhan manusia menurut tingkat kepentingannya (intensitasnya) dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tertier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi dan seandainya tidak bisa dipenuhi maka kelangsungan hidup manusia dapat terganggu. Contoh kebutuhan primer yaitu : makanan, minuman, pakaian dan kesehatan.
Manusia perlu minum karena merupakan hal yang penting sebagai salah satu cara mempertahankan hidup dan sekaligus menghilangkan rasa dahaga. Apalagi di negara yang mempunyai iklim tropis (panas) yang menyebabkan orang mudah kehilangan tenaga dan cairan, minuman sangat dibutuhkan oleh setiap orang dimana saja dan kapan saja, yang dapat menghilangkan rasa haus dan mengembalikan stamina yang hilang saat bekerja, dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu : minuman ringan berisotonik.
Dari sekian banyak jenis minuman ringan yang ada dipasaran, kebiasaan meminum minuman yang berisotonik merupakan suatu kebudayaan yang terjadi di luar negeri namun mulai menjadi trend di negara ini. Karena rasanya yang pas dengan selera (taste) masyarakat Indonesia dan masyarakat umum juga beranggapan bahwa minuman isotonik ini dapat memulihkan tenaga sehingga banyak masyarakat yang mengkonsumsi minuman berisotonik ini.
Adapun merek dari minuman tersebut sangat bermacam-macam, namun penulis tertarik untuk membahas minuman jenis isotonik yang bermerek pocari sweat dengan analisis SWOT , yang diproduksi oleh PT Amerta Indah Otsuka (AIO).
Produk minuman isotonik asal Jepang ini awalnya bisa dibilang gagal di pasar Indonesia sejak dipasarkan tahun 1990-an. Kinerja penjualannya tak kunjung berkembang walaupun potensinya amat besar. Akan tetapi dari tahun 2002-2003, penjualannya meningkat 50% dan berdasarkan data yang sudah masuk hingga september 2008 diperkirakan meningkat minimal 80%. Sikap dan Perilaku konsumen terhadap produk ini akan berbeda-beda dan setiap individu akan menjatuhkan pilihannya atas dasar pertimbangan yang matang, seperti harga yang terjangkau, proporsi nilai yang ada dalam minuman tersebut, kemudahan mendapatkannya dan lain sebagainya. Oleh karena itu penulis merasa tertarik untuk mengetahui bagaimanakah analisa SWOT yang diterapkan dalam PT Amerta Indah Otsuka.
b.      Maksud dan Tujuan
Kami mengambil judul Makalah yaituAnalisis SWOT - SPACE Matrix PTAmerta Indah Otsukabertujuan untuk mengetahui dan mempelajari lebih dalam mengenai analisa SWOT itu sendiri, dimana kami mengambil analisa SWOT tersebut dari  analisa SWOT yang telah diterapkan di PT AIO. Sehingga kami dapat memahaminya dengan  benar.
BAB II
POKOK PERMASALAHAN
Di dalam makalah ini penulis akan membahas pokok permasalahan mengenai analisa SWOT yang di terapkan di PT. AIO, yaitu:
1.      Deskripsi PT AIO dengan analisa SWOTnya
2.      Strategi dalam Analisis SWOT Matrix
3.      Bagaimana memanfaatkan SWOT Matrix?
4.       Strategi pemasaran dan Bisnis
Dari keempat pokok permasalahan di atas akan kami berikan pembahasan secara rinci.



BAB III
PEMBAHASAN

1.      Deskripsi PT AIO dengan analisa SWOTnya
PT Amerta Indah Otsuka (AIO) Afiliasi dari Otsuka Pharmaceutical Co., Ltd., Jepang.
Filosofi perusahaan
“Otsuka-people creating new products for better health worldwide.”
VISI
“Menjadi perusahaan yang brilian, dengan memberi kontribusi yang signifikan dan terpercaya bagi konsumen serta masyarakat.”
MISI
§  Mengembangkan dan mempertahankan karyawan yang berkualitas tinggi untuk menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi.
§  Menjadikan kebutuhan kesejahteraan konsumen dan masyarakat sebagai prioritas utama.
§  Menangkap peluang di semua aspek secara tepat dan inovatif untuk kesejahteraan dan kepuasan konsumen serta perkembangan perusahaan.
§  Mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan dengan rekan bisnis.
§  Menjadi perusahaan terpercaya.
7 nilai perusahaan
1.      Integritas
2.      Passion
3.      Kerjasama
4.      Keingin-tahuan
5.      Keberanian
6.      Perbaikan dan Inovasi
7.      Perubahan





Makna logo perusahaan
http://www.gubukpengetahuan.xyz
Logo Otsuka

Logo diambil dari inisial nama perusahaan:
  • ‘O’ besar
    “keterbukaan”, “kebebasan”, “kecerdasan”, dan “masa depan”.
  • ‘O’ kecil
    pusat energi Otsuka Pharmaceutical, yang merupakan sumber dari prinsip-prinsip di atas.
Logo ini menyampaikan komitmen penuh semangat dari Otsuka Pharmaceutical pada kebahagiaan umat manusia melalui kesehatan yang baik.

Analisa SWOT Matriks PT AIO
(Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threat Matrix)
1.      Kondisi finansial yang terus meningkat setiap tahunnya.
2.      Kapasitas produksi yang besar (di atas 100 juta liter per tahun).
3.      Distribution channel yang telah terbangun sejak tahun 1990-an.
4.      Loyalitas konsumen melalui transfer knowledge dan edukasi konsumen sejak tahun 1990-an
5.      Established relationship dengan event-event olahraga internasional
1.      Kurangnya pemahaman produk dari distribution channel, khususnya traditional channel yang umumnya menaruh Pocari Sweat sejajar dengan minuman energi bahkan minuman ringan.
2.      Harga produk yang lebih tinggi dibanding competitor lainnya.
3.      Hanya memiliki satu rasa.
1.      Pasar masih dalam tahap growth, sehingga potensinya masih terbuka lebar.
2.      Sejauh ini, inovasi produk dari minuman isotonik hanya bersifat incremental sehingga masih terbuka kesempatan untuk pengembangan produk.
Persepsi masyarakat bahwa Pocari Sweat memiliki kemampuan medis untuk membantu proses penyembuhan.
1.      Barriers to entry rendah, akses bahan baku mudah dan relatif murah.
2.      Kompetitor dari perusahaan industri sejenis dengan jalur distribusi matang.
3.      Konsumen semakin selektif, mudah untuk melakukan switching.
4.      Isu kesehatan: Konsumsi minuman isotonik jangka panjang, terkait isu bahan alami dan bahan pengawet.

2.      Strategi dalam Analisis SWOT Matrix
Mengejar Opportunities
SO (STRENGTHS – OPPORTUNITIES)
Menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan Opportunities di lingkungan eksternal.
WO (WEAKNESSES – OPPORTUNITIES)
Meningkatkan kelemahan internal dengan mengambil keuntungan pada peluang yang ada.
Menghadapi Threats
ST (STRENGTHS – THREATS)
Menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak dari ancaman (threats) eksternal.
ST (STRENGTHS – THREATS)
Menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak dari ancaman (threats) eksternal.
WT (WEAKNESSES – THREATS)
Taktik defensif yang diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal.

3.      Bagaimana mengembangkan SWOT Matrix
Pengembangan sebuah Matriks SWOT dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
1.      Membuat daftar opportunities perusahaan.
2.      Membuat daftar threats perusahaan.
3.      Membuat daftar kekuatan internal perusahaan.
4.      Membuat daftar kelemahan internal perusahaan.
5.      Membandingkan kekuatan internal dengan opportunities, dan mencatat resultan strategi SO di sel yang sesuai.
6.      Membandingkan kelemahan internal dengan opportunities, dan mencatat resultan strategi WO di sel yang sesuai.
7.      Membandingkan kekuatan internal dengan threats, dan mencatat resultan strategi ST di sel yang sesuai.
8.      Membandingkan kelemahan internal dengan threats, dan mencatat resultan strategi WT di sel yang sesuai.

4.      Strategi pemasaran dan Bisnis
Strategi Pemasaran
·         Iklan di media cetak maupun televisi dengan jalan endors
·         Event terkait dengan kesehatan dan olahraga
·         Penekanan bahwa Pocari Sweat dapat dikonsumsi dalam kondisi apapun
·         Penambahan varian kemasan

Strategi Bisnis
·         E-business channel priorities.
·         Organizational Restructuring and Capabilities.
·         Business,Service and Revenue Model
·         Marketplace Restructuring.
·         Market & Product development strategies.
·         Positioning and differentiation strategies



BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan :
1.      PT Amerta Indah Otsuka (AIO) merupakan produsen pertama yang bergerak di bidang bisnis minuman isotonik dan makanan ringan rendah lemak dengan produk yang dihasilkan minuman ion Pocari Sweat dan cemilan sehat Soyjoy.
2.      PT Amerta Indah Otsuka (AIO) memiliki system bisnis dan strategi yang baik untuk bersaing di pasar yang memiliki banyak competitor di dalamnya. Namun berkat kerja keras dan strategi yang dijalankan mereka tetap menjadi brand minuman terbaik di pasaran. Strategi yang di maksud adalah :
·         Promosi berupa iklan di media cetak maupun di televise dengan jalan endors terhadap tokoh terkemuka yang kompeten terhadap produk minuman ini.
·         Pembuatan lain daripada yang lain.
·         Penambahan varian kemasan bukan pada rasa seperti meluncurkan kemasan sachet isi 15 gr dengan harga retail Rp. 1500,- sehingga dapat di konsumsi oleh berbagai kalangan dengan harga terjangkau.




Daftar pustaka
David, Fred R. 2011. Strategic Management – Concepts and Cases, 13th Edition.
USA: Prentice Hall.
Freddy, Rangkuti. 1997. Riset Pemasaran. Jakarta: Gramedia Utama.
Kotler, Philip. 2008. Marketing Manajemen. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Rangkuti, Freddy. 2007. Riset Pemasaran. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Rowe, Allan J. 1993. Strategic management: a methodological approach.
USA: Addison-Wesley.
Sodik,Ikhsan. 2011. Analisis SWOT Untuk Merumuskan Strategi Pengembangan Komoditas Karet. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Tjiptono,Fandy. 2008. Strategi Pemasaran Edisi Tiga. Yogyakarta: BPFE.
Triton,PB. 2008. Marketing Strategi Meningkatkan Bangsa Pasar dan Daya Saing. Yogyakarta: Yudhistira.
http://manajemenstrategis.wordpress.com. Manajemen Strategis.
http://www.aio.co.id. Website resmi dari PT Amerta Indah Otsuka.
http://www.swa.co.id. Kompetitor Tidak Goyang Eksistensi Pocari Sweat.
http://www.otsuka.com/jp. Website resmi dari Otsuka Holdings Co., Ltd.

Penetasan Anak Itik di Gatak Sukoharjo


Penetasan Anak Itik di Gatak Sukoharjo


Sukoharjo adalah sebuah kabupaten di Jawa Tengah  daerah Karesidenan Surakarta. Sebelah utara berbatasan langsung dengan Kota Solo, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Klaten, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri dan Gunung Kidul, sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar. Kabupaten Sukoharjo mempunyai slogan Makmur. Makmur merupakan kependekan dari Maju, Aman, Konstitusional, Mantap, Unggul, Rapi. Moto inilah yang ingin dicapai kabupaten Sukoharjo sehingga tercapai masyarakat madani yang gemah ripah loh jinawi. Secara administratif Sukoharjo terbagi menjadi 12 kecamatan yaitu Baki, Bendosari, Bulu, Gatak, Grogol, Kartasura, Mojolaban, Nguter, Polokarto, Sukoharjo, Tawangsari, dan Weru.
Di Desa Kagokan Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo ada beberapa calon nasabah PPK (Program Pengembangan Kecamatan) yang mengajukan dana pinjaman ke UPK (Unit Pengelola Keuangan) Kecamatan Gatak, pinjaman tersebut digunakan untuk mengelola penetasan telur itik di tahun 2000. Sebelumnya mereka termasuk dalam tarap ekonomi menengah kebawah, namun setelah mereka memperoleh dana pinjaman PPK dan mendapatkan pendampingan dari para pengelola PPK tingkat desa dan tingkat Kecamatan maka usaha penetasan mereka mulai dijalankan.
Seiring berjalannya waktu, usaha penetasannya anak itik dapat berjalan lancar sehingga meningkatkan perekonomian mereka. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya mesin tetas yang mereka kelola yang awalnya hanya dua buah mesin tetas, namun saat ini rata-rata para pengusaha penetasan di desa kagokan memiliki lebih dari 30 buah mesin tetas. Juga bertambahnya warga masyarakat yang meniru mengelola penetasan.
Bahkan limbah dari telur yang tidak dapat menetas (Kemlekeren) itupun dapat dimanfaatkan sebagai pengganti konsentrat sebagai campuran pakan untuk pembesaran bebek pejantan yang nantinya dijadikan bahan pokok bebek goreng.Tetapi ada beberapa masalah yang sempat muncul dari efek pengelolaan mesin tetas tersebut, salah satunya adalah banyaknya limbah cangkang telur yang setiap hari pasti ada .
Usaha penetasan tersebut diatas sampai saat ini dapat berjalan dengan baik dan saling menguntungkan berkat pinjaman dana PPK yang digulirkan di desa kagokan serta adanya pendampingan yang rutin dari pengurus tingkat desa maupun dari tingkat Kecamatan.
Tatacara penetasan menggunakan mesin untuk anak itik atau yang kita kenal dengan meri adalah sebagai berikut :
A.        Persiapan penetasan
gambar meri yang di pindahkan ke dalam kandang box
gambar meri (anak itik) yang di pindahkan ke dalam box

1.     Dengan melakukan sanitasi / membersihkan mesin tetas dari segala kotoran, kemudian dilakukan fumigasi dengan menggunakan KMnO4 dan Formalin 40%, dengan perbandingan untuk 1 m³ diperlukan KMnO4 6 gram dan Formalin 40% 12 ml.
2.      Wadah/bak air diisi dengan air hangat-hangat kuku (38,5ºC), setelah itu bak air dimasukkan dalam mesin tetas.
3.      Hidupkan mesin tetas dan stabilkan suhu dalam mesin tetas hingga mendapatkan suhu yang konstan pada skala 101ºF. Cara mengatur suhu dengan merubah kedudukan skrup termostat, apabila suhu belum mencapai 101ºF lampu sudah mati maka skrup pada termostat diputar ke kiri sampai menyala, atau sebaliknya apabila suhu sudah mencapai 101ºF tetapi lampu belum mati maka skrup pada termostat diputar ke kanan sampai lampu mati. Pekerjaan ini di ulang-ulang hingga diperoleh suhu 101ºF, kemudian tunggu selama 24 jam, apabila sudah tidak berubah lagi maka mesin tetas sudah siap digunakan.
4.      Susun telur yang akan ditetaskan pada rak telur dengan posisi kemiringan 45 derajat, dan bagian ujung tumpul berada diatas.
5.      Penambahan kelembaban, untuk telur itik perlu dilakukan penambahan kelembaban dengan pengabutan air pada telur maupun dalam mesin atau telur di basahi dengan air hangat dilakukan setiap pembalikan telur.
B.        Pelaksanaan penetasan.
1.      Hari ke 1 : Masukkan telur ke dalam mesin tetas setelah langkah-langkah persiapan sudah siap. Ventilasi ditutup rapat, suhu 101ºF, catat posisi telur pada kartu kontrol. Lakukan pemerikasaan telur (candling) setelah 24 jam.
2.      Hari ke 2 : Mesin tetas dibiarkan tertutup rapat, Suhu 101ºF.
3.      Hari ke 3 : Mesin tetas dibiarkan tertutup rapat, Suhu 101ºF.
4.      Hari ke 4 : Mulai pemutaran telur, pemutaran telur dilakukan sehari 3 kali yakni pagi jam 06.00, siang jam 14.00, malam jam 22.00 (interval 8 jam) dengan cara membalik, mengeluarkan telur beserta raknya. Pemutaran dilakukan diluar sambil pendinginan 10 – 15 menit (Putar 3 kali dan pendinginan), Suhu 101ºF. Ventilasi dibuka ¼ bagian, jangan lupa dicatat.
5.      Hari ke 5 : Putar 3 kali dan pendinginan, ventilasi dibuka ½ bagian.
6.      Hari ke 6 : Putar 3 kali dan pendinginan, ventilasi dibuka ¾ bagian.
7.      Hari ke 7 : Putar 3 kali dan pendinginan, dilakukan pemeriksaan telur dan hanya telur yang embrionya hidup yang dimasukkan kembali kedalam mesin tetas, suhu 101 ºF, ventilasi dibuka seluruhnya, air diperiksa dan jangan lupa dicatat.
8.      Hari ke 8 : Putar 3 kali dan pendinginan, kontrol air. ventilasi dibuka seluruhnya.
9.      Hari ke 9 : Putar 3 kali dan pendinginan.
10.  Hari ke 10 : Putar 3 kali dan pendinginan.
11.  Hari ke 11 : Putar 3 kali dan pendinginan.
12.  Hari ke 12 : Putar 3 kali dan pendinginan.
13.  Hari ke 13 : Putar 3 kali dan pendinginan, kontrol air.
14.  Hari ke 14 : Putar 3 kali dan pendinginan. dilakukan pemeriksaan telur ke dua.
15.  Hari ke 15 : Putar 3 kali dan pendinginan.
16.  Hari ke 16 : Putar 3 kali dan pendinginan.
17.  Hari ke 17 : Putar 3 kali dan pendinginan.
18.  Hari ke 18 : Putar 3 kali dan pendinginan.
19.  Hari ke 19 : Putar 3 kali dan pendinginan.
20.  Hari ke 20 : Putar 3 kali dan pendinginan.
21.  Hari ke 21 : Putar 3 kali dan pendinginan.
22.  Hari ke 22 : Putar 3 kali dan pendinginan.
23.  Hari ke 23 : Putar 3 kali dan pendinginan.
24.  Hari ke 24 : Putar 3 kali dan pendinginan.
25.  Hari ke 25 : Putar 3 kali dan pendinginan. dilakukan pemeriksaan telur ke tiga, suhu dikontrol. Ventilasi dibuka seluruhnya, air diperiksa jika perlu ditambah dengan air hangat. Jangan lupa dicatat.
26.  Hari ke 26 : Tidak dilakukan pemutaran tetapi tetap dikontrol.
27.  Hari ke 28 : Pada hari ini biasanya telur sudah mulai retak.
28.  Hari ke 29 : Pada hari ini biasanya telur sudah menetas, anak itik yang sudah kering dikeluarkan dari mesin tetas.
C.        Penanganan Anak itik
Setelah anak itik menetas mencapai umur satu hari, anak itik dipindahkan ke kandang box dan diberi pemanas sebagai ganti induk itik dan diberi pakan starter, pemeliharaan selanjutnya seperti memelihara itik unggas pada umumnya, untuk itik seyogyanya pemberian pakan dicampur air (sedikit basah).


Blog Archive

Total Tayangan Blog

Translate